twitter


     Kata orang, cinta pertama adalah cinta yang tidak akan pernah terlupakan, dan cinta pertama juga biasa disebut dengan awal dari cinta - cinta selanjutnya. Hal ini yang pernah gue alami, dan kalau lo sudah mengalami yang namanya pertama kalinya pacaran, walaupun akhirnya Putus dan belum bilang "Aku suka Kamu" dan menjadi Mantan khayalan, gue turut berduka cita atas nasib yang menimpamu. kalau lo sudah terjebak yang namanya Cinta Pertama, dan mau seberapa keras kamu melupakannya, tetap masih akan terbayang walaupun sudah beberapa kali lo pacaran. Kejadian seperti ini, yang harus gue ambil pelajarannya. Karena dari pertama kalinya pacaran, akhirnya gue bisa mengerti Sifat dan Perasaan setiap cewek. Gue pertama kali Jatuh cinta, meskipun gue Jatuh Cinta Secara Diam - Diam, tapi akhirnya gue pun bisa pacaran dengan Cewek yang gue sukai. Awal dari perjuangan gue, dimulai saat gue masih SD, tepatnya waktu gue kelas 6. Menurut gue waktu SD saat itu adalah munculnya perasaan - perasaan aneh terhadap lawan jenis secara Misterius. Contohnya : Saat SMSan sama teman cewek lo, Saat menatap matanya, sampai saat lo melihat Nyokapnya. Nah, bagi yang terdapat perasaan aneh terhadap Sesama Jenis! Mohon segera diberi Pemeriksaan Kejiwaan lebih lanjut. Bukannya apa - apa, Takutnya menular ke teman - teman lo yang hidupnya masih Normal.
     Waktu SD juga dimana gue mengalami kejadian - kejadian yang mengembirakan, menyedihkan, sampai hal yang menyeramkan bersama Teman dan Sahabat gue. Terus terang gue waktu SD bisa dibilang murid paling gak ngerti apa - apa atau Polos. Gue dulu gak ngerti, apa itu bahasa gaul, SMS disingkat - singkat (yang sampai sekarang gue juga belum tau), hingga hal - hal yang berbau Dewasa, yang gue sama sekali gak ngerti. Jangankan yang Dewasa, Mimpi Basah aja gue gak tau. Hal yang langsung terpikir dipikiran gue saat mendengar Mimpi Basah adalah suatu mimpi yang dimana gue sedang main Hujan - hujanan, atau Mainan air di sungai, dalam keadaan yang basah kuyub. Gue dikelas, juga termasuk salah satu murid yang pendiam. Karena saking pendiamnya gue, gue hanya dijadikan sebagai tiang gawang saat bermain Sepak bola sama teman - teman. Dan bukan hanya dibilang anak yang polos saja, gue juga dibilang Cantik (Saat itu sifat cowok gue menurun). Gue sempat Shock saat teman gue bilang begitu, dan yang paling parah, yang bilang gue cantik adalah Teman Laki - Laki gue. Saat dibilang seperti itu sama teman cowok gue , gue mulai suka berkaca sambil berkata "Ah, emangnya gue ini Cantik? Perasaan gue Imut." (jangan terlalu dihayati kata - katanya).
     Hampir setiap pulang dari sekolah gue berkaca, sampai - sampai Nyokap gue mulai menyindir gue, "Fani, Fani, kamu itu anak Laki, kok suka Ngaca? kayak anak Cewek aja". Saat itu gue makin Shock, begitu juga dengan Harga Diri gue sebagai seorang Cowok yang Macho jatuh seketika, entah dari langit keberapa. Setelah itu gue langsung Demam, Walaupun hanya 2 jam. Gue demam juga hanya gara - gara mikirin hal yang sepeleh "Gue ini, Cowok, atau Cewek?". Saat gue lihat kebawah gue Cowok, dan saat gue lihat muka gue, gue Cewek. Lo bisa bayangin, dari Seluruh anak Cowok diseluruh Indonesia bahkan Dunia, Mungkin hanya gue satu - satunya anak Cowok yang dipanggil FANI. Entah kenapa semua Saudara hingga Orang Tua gue memanggil gue dengan nama itu. Kedua adik gue juga memanggil gue MAS FANI (sudah takdir gue emang).
     Saat itu, gue juga masih ingat pertama kalinya gue Jatuh Cinta walaupun hanya Diam - Diam, yaitu dengan teman sekelas gue, namanya Aulia (Loh ya kan jadi Flashback). Gue saat itu masih inget kejadiannya, gue saat itu suka bercanda tawa dengan dia, Chattingan, dan hingga muncul perasaan aneh dari dalam Hati gue yang terdalam (Sorry terbawa suasana). Berhubung gue anak juga pemalu. Jadinya gue jarang bercanda sambil bertatap muka disekolah, apalagi saat didalam kelas yang penuh dengan teman - teman gue. Kalo teman - teman gue ngelihat pasti mereka bilang "Cieee Cieee" walaupun terdengar seperti menirukan suara burung yang habis nelen biji Salak. Jadinya gue hanya bisa melihat dia dari kejahuan.
     Berbagai macam cara pun gue lakukan, atau bahasa anak jaman sekarang adalah MODUS, yang sampai saat ini gue belum tau kepanjangannya. Modus yang gue lakukan adalah hasil dari jerih payah gue, untuk bertanya keMbah Google. Ilmu yang gue dapet dari si Mbah adalah gue pinjam penghapus dia supaya gue bisa mendengar suaranya, meminjam buku tugas dengan alasan mencontek supaya bisa melihat senyumnya, (sudah gue gak mau terus inget - inget lagi, Gue nyerah!). Karena gue lama - lama juga tidak bisa menahan rasa yang terpendam ini (Sorry terbawa suasana lagi), akhirnya gue curhat ke Sahabat gue Aldi.
     Aldi adalah teman sekelas gue, dia pintar pelajaran Agama. Dan saat ini dia bersekolah di SMP ISLAM Sidoarjo, dan dia sudah punya Pacar dan sudah langgeng mungkin 2 setengah tahun, sementara gue disini hanya sebagai Jomblo yang hampir 3 tahun lamanya menjabat. Ditambah lagi saat Aldi mesra - mesraan diWallFacebook, yang membuat gue tersiksa melihatnya. bisa lo bayangin, saat gue buka Facebook, yang gue lihat pertama adalah Foto Selfie Dia sama Pacarnya, Dia gak pernah ngertiin perasaan gue! (Histeris Dikamar). Aldi itu selain orangnya bisa dibilang ya, Romantis, Aldi juga orangnya suka sekali bercanda, baik dengan teman cowoknya atau teman ceweknya. Oleh karena dari itu pergaul dia cukup luas. Ingat bercanda dengan Aldi, gue jadi ingat pertama kali Aldi menuduh gue ngentut saat dikelas, saat itu juga pelajaran sedang berlangsung. Gue tau niatnya bercanda, tapi gara - gara waktu itu gue emosional, alhasil, emosi gue tidak terkendali, layaknya Mobil yang sedang menghindari Banci sedang menyebrang. Gara - gara gue emosi, gue tidak berbicara dengan Aldi 1 Minggu lamanya. Akhirnya gue memberanikan diri untuk Meminta maaf, dan saat itu juga, gue dan Aldi mulai saling suka berbicara dan bercanda bersama, dan akhirnya pun gue dan Aldi menjadi Sahabat. Waktu itu gue dan Aldi sedang diKantin Sekolah, sambil memakan Mie Goreng, yang baru gue dan Aldi beli diwarung Bu Kardi. Saat itu gue langsung memulai bicara ke Aldi tentang cewek yang gue taksir.
"Aldi, janji ya jangan bilang siapa - siapa?"
"Iya, Emangnya ada apa sih?" (sambil meminum es teh)
"Gini Al, aku sebenarnya suka sama cewek?"
"Oohh, itu gue sudah tau"
"Serius? tau dari mana kamu?" (memasang muka Dungu gue)
"Lah barusan kamu tadi ngomong?" (tertawa)
"Hmmmm, Resek lo"
"Eh, Lo kan cantik, entar dikirain sangingan sama cewek lo"
"Aku ini Cowok, bego! Terus bagaimana nih?, aku sudah terlanjur suka sama dia"
"Hmmm gini aja, lo pake Gatsby, atur rambut lo semacho mungkin, Bagaimana?"
"Oke terimakasih Al." (Melanjutkan makan Mie Goreng)
Waktu itu gue belum beritahu cewek yang gue taksir ke Aldi. Dan mulai saat itu gue mulai ngelakuin saran dari Aldi untuk memakai Gatsby, untuk mengatur rambut gue yang sudah seperti kulit durian. Setelah gue memakai tuh Gatsby, Akhirnya kecantikan gue menurun, dan gue sedikit menjadi seorang Cowok yang Keren. Walaupun suara gue masih seperti Kadal Menjerit. Akhirnya gue mulai percaya diri dengan gaya gue sekarang. Keesokan harinya, gue berangkat sekolah pagi sekali, Tentunya dengan memakai minyak rambut itu. Tapi gara - gara gue terlalu pagi, Pager sekolah masih ditutup dan digembok. Akhirnya gue tertidur didepan pagar sekolah. Setelah gue bangun, didepan gue sudah terkumpul uang 5000 dari kumpulan uang receh 500san, sialan gue dikira pengemis. Tapi tidak apa - apa lumayan dapet uang jajan tambahan. Akhirnya pagar sekolah oleh Bapak Sawali (satpam sekolah gue). Setelah dibuka gue orang ke dua yang memasuki sekolah setelah Satpam Sekolah. Saat masuk di kelas gue, kelas 6B, gue tersenyum sendiri, karena gue membayangkan kejadian yang begitu mendebarkan dalam hidup gue. Satu demi satu teman kelas masuk dan menatap wajah gue dengan heran. Sampai teman gue Bitsca datang. Bitsca adalah teman sebangku gue, yang biasa dipanggil Beno. Entah kenapa dia dipanggil Beno, mungkin ada 2 besar kemungkinan dia dipanggil Beno. 1. Mungkin dia anak dari keluarga jepang, dan kemudian membuka restoran di Indonesia yang bernama Hoka Hoka Bento. 2. Mungkin dia anak dari Supir Bemo. Tapi meskipun dia dipanggil Beno, dia adalah anak paling gaul dikelas. Saat Bitsca masuk, dia langsung menegur gue "Ngapain lo senyum - senyum begitu, kayak orang gila tau!" Akhirnya gue pun tersadar, mereka heran karena menganggap gue orang gila.
     Lalu saat yang ditunggu akhirnya tiba, gue masih ingat saat itu dia masuk dengan rambut yang diikat dengan pita biru. Selepas itu, hal tak terduga terjadi, dia Menyapa gue. Karena hal itu, tanpa gue sadari, gue menyapa balik kedia. Ehhh, gak taunya dia ternyata menyapa temannya Ayu, yang duduknya tidak jauh dari gue, Gue terlalu ke PDan. Selepas kejadian itu, mood gue hancur seketika.
     Setelah lama menunggu dan tidak ada respon sama sekali tentang penampilan baru gue. Akhirnya gue pergi dengan perasaan kecewa. Saat itu gue menemui Aldi diKantin sekolah, dan langsung gue bicara sama dia "Al, kelihatannya penampilan baru rambut gue gak begitu menarik perhatian dia" lalu Aldi menjawab sambil meminum Es tehnya, Hingga mengeluarkan gelembung - gelembung di dalam Es tehnya. "Hmm, bikini saja bro, lo langsung ngomong aja kedia kalo lo itu sebenarnya suka sama dia, Bagaimana?" terus terang, itu adalah gagasan yang paling mengerikan bagi gue! Lo bisa bayangin, dengan muka gue yang bisa dibilang ya, sedikit Kurang Perawatan dan ditambah lagi Level Mental gue, yang setara dengan Ikan Mas Koki. Gue bakalan Koma 3 hari dengan posisi tergeletak dilantai, dan dengan reflek seperti Ikan Mas Koki yang baru keluar dari kolam sebelum gue sempat ngomong I Love You ke dia.
     Karena bengong mikirin penderitaan yang akan terjadi kepada gue dengan begitu Tragisnya. Teman gue Aldi, memukul pundak gue "Eh, malah bengong, Jadi bagaimana setuju ngak?" Aldi terlalu yakinnya dengan rencananya akan berhasil. Lalu gue jawab "Kayaknya gak bakalan berhasil!" Jawab gue sambil meminum Es Teh bekas gelembungnya tadi (waktu itu gue gak sadar). Akhirnya gue mulai berfikir kalau mulai dari kecil Aldi sudah terbiasa mendengar yang namanya cinta dan menonton Sinetron - sinetron laga di Indosiar. Soalnya dia paling ngerti bagaimana caranya memperjuangkan Cewek, Tak heran jika dia sudah akil balig saat dia masih kelas 4 SD. Lalu dengan PDnya Aldi bialang ke gue "Yah lo gampang nyerah bro, gue kasih tau ya, kalau seorang Cowok itu harus berani bertindak dan berusaha untuk merebutkan cintanya". Saat Aldi ngomong seperti itu gue betul - betul yakin dia habis nonton Sinetron Laga Indosiar, karena waktu itu gue juga habis nonton. Lalu gue langsung jawab "Iya, iya, terus bagaimana caranya?". Kata  - kata itu gue ambil sehabis pemeran Sinetron Indosiar menjawab apa yang dikatakan Aldi sebelumnya. Gak mungkin juga kalau Aldi jawab "lo Nyayi saja didepan rumahnya" Karena itu yang dijawab pemeran Laga Indosiar. Mungkin Aldi juga tau kalo gue nyayi didepan rumahnya, di kira gue sedang ngamen. Memang benar, muka lebih mirip Pengamen dari pada Musisi. Akhirnya kita berdua memikirkan bagaimana caranya supaya terlihat Keren dan Kece di depan cewek.
     Karena terlalu lama memikirkan dan juga tidak dapat - dapat ide, gue dan Aldi menyerah, karena memang sulit membuat muka gue agar terlihat ganteng. Setelah pulang sekolah gue mulai suka ngelamunin saat dia melihat ke arah gue. Karena gue orangnya waktu itu tidak berfikir panjang gue langsung membuat rencana untuk menembaknya lewat Facebook. Akhirnya waktu itu gue siapkan matang - matang Mental gue supaya tidak gugup, gue melihat lama Foto dia diLaptop. Meskipun waktu iyu gue sempat Kejang - kejang di depan Laptop karena gak sengaja memasukkan jari gue ke dalam Charger Laptop.
     Setelah ke esokkan harinya dan waktu pulang sekolah. Tanpa sepengetahuan siapun termasuk Aldi, gue langsung membuka Laptop dan menunggu dia Online di Facebook. Waktu itu gue masih memakai seragam sekolah. Saat menunggu cukup lama, Akhirnya dia Online juga, hati gue berdegup kencang, sekencang angin di Samudra (maaf mulai Alay). Tapi saat itu gue lupa Jam berapa dan tanggal berapa waktu itu. Bukannya gue gak perhatian, tapi waktu itu gue juga sangat polos, dan juga gue baru pertama kalinya nembak Cewek. Jadi tidak terlalu memperhatikan hal - hal seperti itu. Yang gue inget cuman gue ngetiknya memakai jari telunjuk kanan kiri gue (Harap maklum). Hal pertama yang gue lakuin adalah mengobrol dengannya, setelah membuatnya nyaman, dan gue yang semakin berkeringat, akhirnya gue memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan ini kepadanya. Dengan kata - kata yang biasa diucapkan anak SD "Kamu mau ngak jadi Pacarku", dan saat gue selesai mengetik itu dan terkirim ke dia. Seluruh badan gue tiba - tiba mengalami mati rasa, walaupun saat di gigit nyamuk tetap terasa sakit. Dan Akhirnya setelah lama menunggu jawaban dari dia, dia pun menerima gue sebagai Pacarnya. Waktu itu gue sangat senang sekali, gue meloncat - loncat sendiri gak jelas sambil tersenyum. Dan pada akhirnya gue menginjak botol minum gue sendiri dan terpeleset dengan gaya seperti Kupu - Kupu yang Tak Bersayab.
     Setelah gue punya Pacar, gue jarang tidur karena waktu pun tak terasa cepat berlalu, untuk dibuat berbincang - bincang dengannya Aulia dan saling memberikan perhatian (gue rindu masa - masa itu). Tak terasa gue dan Aulia berpacaran sudah 6 bulan lamanya. Hingga pada saat itu gue diberi pesan olehnya melalui Facebook, dia bicara ke gue kalau gue jangan marah setelah mendengar ini. dan gue jawab "Iya gak apa - apa kok, memang ada apa?" dengan emotion senyum. Dan akhirnya dia memberi tahu gue bahwa dia SMSan dengan orang yang gue juga lupa namanya (eh nasib), yang gue ketahui tentang anak cowok itu adalah dia tetangga sekolah gue, Pucang IV, memang jika dilihat dari fotonya, dia jauh lebih ganteng dari pada gue. Tapi kata yang Cowok itu katakan ke Aulia gue masih ingat. Awalnya Aulia bilang ke gue kalau dia dibilang Cantik sama tuh cowok. Sebetulnya gue gak rela pacar gue dibilang gitu, Karena Cowok yang sudah bilang kecewek kalau cewek itu cantik 90% Cowok itu naksir. Akhirnya gue tahan rasa cemburu gue, dan bilang "Kamu kan memang cantik, jadi wajar kalau dikatain begitu." lalu dia balas "Iya, tapi masalahnya dia itu barusan habis nembak aku".
     Semenjak itu gue merasa cemburu banget sama tuh cowok, Berhubung sekolahnya yang dekat dengan sekolah gue, Sempat ingin bertemu dengan cowok itu dan ingin memberi perhitungan sama dia. Tapi masalahnya adalah gue mau menghitung apa sama dia?
     Akhirnya gue dan Aulia jarang berkomunikasi lagi, gue dan dia dikelas juga jarang berbincang. Sampai gue lulus dari SD, hingga sampai saat ini. Hal yang ingin gue sampaikan ke dia sampai saat ini adalah gue ingin meminta maaf. Satu - satunya kenangan dari dia yang gak pernah gue lupa adalah saat dia memberikan kado tepat Ulang Tahun gue, yang kata - katanya masih gue ingat "Selamat ulang tahun Fathoni, Semoga panjang umur yaaa, tambah pinter, dan makin Ganteng" Dengan hiasan Love dan emotion Senyum. Dan baru sekarang juga gue baru sadar, kalau gue saat itu belum Ganteng, karena itu di doakan gue supaya makin ganteng (nasib gue emang). Tetapi dialah yang telah mengisi Emptiness of my Heart (Kekosongan dihati gue) dan dialah yang mengajariku tentang soal Perasaan dan masalah cewek. Sekarang Aulia sudah masuk ke SMP 1 Muhammadiyah dan mempunyai seorang Pacar juga disana, gue turut bahagia (sambil memotong Bawang). Dan sementara gue disini masih seorang Jomblo, ditambah lagi dengan di kelilingi oleh teman - teman gue yang selalu membuat gue ingin gantung diri Setengah Telanjang di Sekolah dengan tulisan dipunggung gue "Jangan tiru adegan ini" Dan Stiker Flappy Bird di lengan gue.