Saat itu mungkin adalah hari yang sangat menggembirakan dan hari yang membuat gue galau. pada waktu itu setelah dibangunkan oleh bokap gue, bokap gue tidak biasanya bangunin gue dengan menyimpratkan air dimuka gue, Emang Sesajen! dan saat itu bokap gue membangunkan gue dengan memberi tau gue ada Abu vulkanik di depan rumah, karena gue masih ngantuk jadi gue dengernya "hujan deras" (beda jauh ya). karena gue dengernya seperti itu gue langsung tidur lagi dan berharap hujannya yang lama biar gak sekolah. Eh tiba -tiba gue diciprati air lagi sama bokap gue. Mau gimana lagi akhirnya gue bangun, dan mempersiapkan untuk sekolah ngak lupa gue Sholat Shubuh. Setelah gue selesai Sholat dan melihat keluar,
 |
| Ini Suasana saat gue keluar |
loh katanya hujan kok gak hujan?sambil melihat sekeliling, lalu gue tanya ke bokap gue "Yah, katanya hujan kok gak hujan malah banyak debu putih gitu?" bokap gue "Kan sudah aku bilang diluar lagi hujan Abu vulkanik!" loh, sambil memasang muka sotoy gue. kemudian gue lihat nyokap lagi ngeliat berita tentang Gunung Kelud yang meletus, yang terjadi diKediri. Pas waktu denger itu langsung gue buat posting di Blog gue dan update status di Twitter gue. Dan saat itu banyak juga teman gue yang mengetweet, salah satunya teman baik gue Roni: "Abu vulkaniknya mari dibuat bersuci dengan cara tayamum" dan masih banyak lagi.
Saat itu adalah hari jumat dan bertepatan hari dimana para jomblo hanya bisa terdiam sambil melongo, ya hari itu adalah hari Valentaine. Karena gue jomblo gue gakbisa ngasih coklat dan gue putusin untuk jualan Coklat, 1 Rp.5.000,-. Mungkin Karena Allah kasian sama yang jomblo (kayak gue) itu sebabnya Gunung Kelud meletus, karena Abu Vulkaniknya yang sampai ke Sidoarjo yang membuat tower kehilangan sinyal. karena banyaknya Abu yang menempel ditower, jadi teman gue yang sudah teken gak bisa sms dan telpon pacarnya karena gak ada sinyal, dan juga gak bisa telpon nyokapnya supaya dijemput. Banyak kejadian positif dan negatifnya karena Abu vulkanik, cuman yang gakbisa dirubah cuman 1 NARSISNYA KAUM HAWA, dalam keadaan seperti Kota Mati gini, masih sempet aja foto - foto Narsis! itu gimana Tsunami, foto eksis dengan bacground gelombang laut dibelakang! lo bakalan mati ngambang di air dengan perut gembung.
Dan gue dikelas sekolah gue, banyak gue lihat teman - teman gue sedang sibuk membungkus kado valentine untuk pacarnya. Dan karena gue jomblo gue bantuin aja teman gue yang lagi bungkus kado. Pada hari itu juga yang membuat gue tersenyum, karena gue bisa ngelihat wajah manisnya. Meskipun gue tidak bisa menembak dan pacaran sama dia, karena janji dengan seseorang yang tidak lain adalah Nyokap Bokap gue, hal itu yang menghalangiku untuk dapat memilikinya. Tapi gue tau Ortu gue ingin yang terbaik buat gue. Oke dan tak lama setelah gue dikelas gue mendengar kalo dia si manis, senang sekali mendapatkan Mention dan SMS oleh cowok yang dia impikan, tapi sayang bukan gue, itu yang membuat jealous. dan setelah itu gue langsung drop, dan menahan rasa sakit yang cukup dalam, tapi gue senang karena dia bisa tersenyum lebar, walau hati yang dikorbankan. Setelah waktu pulang sekolah tiba karena waktu itu pulang cepat sebab abu vulkanik dari si Gunung Kelud, pulang pagi itu yang membuat gue sedikit terobati, karena senang. Dan terus terang hal ini menjadi Fenomena tak terlupakan karena gue baru pertama kali melihat dengan mata kepala gue sendiri (yaiyalah masak mata kaki!) tentang Abu Vulkanik yang membuat kota ini menjadi seperti Kota Mati dengan semua jalan dan rumahnya berwarna putih abu - abu. Saat itupun aku berlekas pulang agar luka hatiku tidak bertambah dalam, sedalam palung di laut (maaf gue agak sedikit Alay). gue pulang kerumah bersama sahabat gue yang bisanya Omdo yang katanya "Saiki a tak tembak" tapi gak nembak - nembak. Gue selama perjalan pulang tidak memakai masker karena masker gue hilang tadi dikelas dan di temukan sudah dalam keadaan sekarat dengan bekas injakan sepatu dari abu vulkanik (nasib gue emang). setelah sampai dirumah dan sambil menunggu waktu Jum'atan tiba, jadilah ceritaku ini dengan perasaan senang dan galau seperti es campur yang dikasih gula dan pache, sehingga aneh rasanya. Meskipun rasa sakit hati ini masih sakit seperti tertusuk pedang tajam (maaf gue Alay lagi). Dan yang dapat gue ambil hikmanya tentang bencana abu vulkanik ini yang membuat kota seperti Kota Mati, adalah PAKAI MASKER KALAU INGIN KELUAR (karena gue habis bersin 5 kali hari ini).